Dikara menggantungkan kalimat seraya menatap sorot mata ibunya. “Dia memiliki dua orang anak,” ungkap Dikara, dan saat ini semua mata tertuju padanya. “…” “Laki-laki kembar.” Dikara mengangguk. “Mereka berusia tujuh tahun, namanya Zayn dan Zayyan. Anak-anak itulah yang sering aku kabari melalui pesan setiap malam,” ucap Dikara, membongkar rahasia itu. “Kau yakin itu anakmu?” tanya sang ayah. “Ya. Kami sudah lakukan tes DNA. Hal itu membuktikan bahwa mereka bukan hanya anakku. Tapi, Juwita adalah ibu mereka. Artinya, Juwita adalah Jelita yang selama ini hilang. Aku tidak pernah berselingkuh selama menikah dengan Jelita.” Dikara mengeluarkan foto yang diberikan Juwita padanya di pertemuan terakhir. Kemudian, menggeser ke arah orang tuanya agar bisa melihat cucu-cucu mereka. “A

