“Bagaimana keadaan Ana?” tanya Dikara ketika Billy selesai berbicara dengannya melalui telepon. “Masih mual setiap pagi,” jawab Billy. “Dia memang tidak terlalu kuat menahan rasa mual itu. Biasanya dia ingin bicara denganku atau memintaku berada di dekatnya saat kondisinya tidak baik. Tapi dia akan baik-baik saja.” Billy tersenyum tipis. “Meski begitu, dia tidak terlalu senang karena perjalanan ini. Dia khawatir aku akan melewatkan jadwal USG hari Rabu nanti. Kau tahu sendiri, perjalanan seperti ini sering kali molor.” “Aku tidak akan membiarkanmu melewatkannya, Billy. Kalau perlu, kau bisa pulang lebih dulu,” tukas Dikara. “Ya, itu ide bagus. Dan aku pun mengatakannya pada Ana. Bahwa kau tidak akan keberatan jika aku pulang lebih dulu,” ujar Billy seraya mengangguk. “Dia hanya khawati

