BAB 122 - Jejak Ingatan-1

716 Kata

Juwita memasukkan piring-piring kotor ke dalam mesin pencuci piring, memastikan semuanya tersusun rapi sebelum kembali menutupnya. Setelah itu, ia mengajak anak-anak berkeliling rumah, memperlihatkan lantai dasar satu per satu. Ia menjelaskan fungsi setiap ruangan sambil sesekali tersenyum melihat antusiasme mereka. Setelah itu, ia membawa mereka naik ke lantai atas, tempat kamar-kamar tidur berada. Anak-anak menatapnya dengan mata berbinar ketika sampai di ujung tangga. Juwita mengangkat tangannya dan memberi isyarat dengan santai. “Pilih kamar yang ingin kalian gunakan nanti,” ucapnya. “Asal jangan yang di ujung lorong. Itu kamar utama.” “Kamar tempat Ibu dan Ayah tidur?” tanya Zayyan sambil menoleh padanya. “Hmmmm,” Juwita mengangguk pelan. “Tapi itu dulu.” Juwita mengucapkannya se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN