Keramaian selalu menjadi mimpi buruk bagi seorang Dikara. Ia tidak pernah suka tempat yang dipenuhi orang-orang, suara keramaian, dan tubuh-tubuh yang berdesakan satu sama lain. Namun, pagi ini ia harus memaksakan diri. Ia berusaha menelan rasa tidak nyaman itu dan akhirnya berhasil mendapatkan sebuah pohon. Dekorasi Natal pun ia temukan di sebuah toko khusus Natal yang masih buka, meski dipenuhi oleh pengunjung. Dikara tidak terlalu memikirkan hadiah, yang ia butuhkan saat ini hanya sebuah dekorasi. Pohon, ornamen, lampu, dan segala sesuatu yang bisa memberi kesan Natal di rumah itu. Ketika ia mulai berjalan keluar dari tempat perbelanjaan itu. Dikara sudah menghubungi orang tuanya, memberi tahu bahwa Juwita dan anak-anak ada di sini, di PIK. Seketika itu pula, suara ibunya berubah menj

