BAB 142 - Kita Akan Bersama-2

773 Kata

“Tidak apa-apa. Aku tidak menyentuhnya. Hanya membantunya naik. Walau dia tidak senang,” jelas Dikara, seraya menghela napas. “…” “Semua akan baik-baik saja.” Dikara berusaha meyakinkan ayahnya, lalu membawa kantong es ke kamar. Ibunya duduk di sisi tempat tidur, berbicara dengan wanita itu. Tatapan Juwita pun berpindah ke arah Dikara. Pria itu lantas mengangkat kantong es itu agar Juwita tidak curiga, lalu menempelkannya ke pergelangan kaki yang bengkak. Dikara melihat keterkejutan di wajah Juwita. Entah karena nyeri atau dingin. “Aku akan mengambil perban untuk membalutnya nanti,” ucap Dikara sebelum keluar dari kamar. Sebenarnya, Dikara ingin menemani wanita itu di sisi ranjang. Tapi, biarlah sang ibu yang menemaninya. Itu akan memberinya waktu untuk menenangkan diri—dan mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN