BAB 144 - Bukan Wanita Yang Patuh-1

736 Kata

Mata Juwita berkedip pelan ketika suara pintu kamar tidur terbuka samar-samar. Ia melirik dengan mata yang berat. Saat itu ia melihat Dikara melangkah ke dalam kamar. Pria itu menguap lebar, jelas ia juga baru saja bangun—sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan jemarinya. Ia melangkah menuju walk-in closet sebelum keluar kembali beberapa menit kemudian. Kala itu, pakaiannya sudah berganti. Mengenakan celana jeans dan kemeja, lengkap dengan jaket yang disampirkan di tubuhnya. Juwita langsung memejamkan mata ketika kepala Dikara menoleh ke arahnya. Ia berpura-pura masih terlelap—tidak ingin tertangkap sedang mengamatinya, seperti kebiasaan lama yang dulu sering ia lakukan saat mereka masih menikah. Ia merasakan selimutnya ditarik, lalu diselipkan ke sekeliling tubuhnya. Tak lama kemudi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN