BAB 145 - Aku Mencintaimu-1

720 Kata

Dikara melihat wanita itu beranjak dari kursi dan meninggalkan meja makan. Dikara sempat mengira Juwita akan menyalahkannya atas pertengkaran mereka—atau bahkan atas cedera yang dialaminya. Namun, hal itu tidak terjadi. Ia memilih untuk menganggap semua itu sebagai akibat dari kembalinya seluruh ingatan Juwita dan emosi yang meluap. Kedua anak laki-laki itu menatapnya sejenak, terlihat agak terkejut, lalu mengalihkan perhatian mereka kepadanya. Dikara hanya mengangguk pelan. Ia tidak membicarakan topik itu lebih jauh, tidak ingin anak-anak mendengar ia menyalahkan ibu mereka atas apa pun yang terjadi. Toh, Juwita juga tidak melakukan hal itu. Dari raut wajah mereka, ia bisa melihat bahwa anak-anak justru tampak senang mengetahui ibunya sudah mendapatkan kembali ingatannya. Mereka mulai be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN