“Oke,” sahut Dikara seraya mengangguk. Dikara yakin Juwita tahu kenangan apa yang ia maksud. Itu mengapa, Juwita jadi beranjak dan gemas sendiri. Cepat atau lambat, Dikara yakin dirinya akan mendapatkan apa yang diinginkan. Semua hanya masalah waktu. Jika diperlukan, Dikara bisa membuat dirinya lebih menawan agar Juwita luluh dalam rayuannya. Alhasil, Dikara membantu anak-anak membereskan barang-barang mereka, lalu berjalan ke kamar Juwita. Ia mendapati wanita itu sedang duduk sambil bermain ponsel. Wajahnya tampak muram entah kenapa. “Ada apa?” tanya Dikara. Juwita menoleh, lalu mengulurkan ponsel pada pria itu. Di layar terlihat foto Dikara dengan Juwita, ketika mereka sedang menuju mobil setelah acara di rumah Billy. Foto itu dikirim oleh Ana dengan pesan yang menggoda. “Seperti

