BAB 24 - Balas Dendam-2

608 Kata

Dikara pun berpikiran sama. Matanya kembali melirik ke arah ponsel, membaca sosial media yang banyak membahas soal Juwita. Ada banyak komentar disana. Dan yang paling menarik perhatian adalah … Kira-kira, Dikara Darmawangsa tahu tidak, ya? Dikara mematikan layar ponsel itu ketika nada dering panggil masuk. Itu dari ibunya. Dikara pun menghela napas sebelum memutuskan untuk menjawab. “Aku tahu, Bu. Wanita itu bukan Jelita. Billy sudah menyelidikinya. Wanita itu adalah penulis aktif selama sepuluh tahun.” “Tapi dia terlihat persis seperti menantuku, Nak. Apalagi, dalam kecelakaan pesawat itu, tidak ada tubuh yang ditemukan.” Dikara memejamkan mata, mempertimbangkan apakah sudah waktunya untuk mengungkap yang sebenarnya. Bahwa ia sudah menceraikan Jelita sebelum sang istri menghilang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN