BAB 64 - Bukti Konkrit-2

658 Kata

*** Empat hari kemudian, Paiman mengirimkan foto-foto itu. Dikara menatap layar komputer dengan nafas tersengal. Dua anak laki-laki dengan kembar identik, berdiri di halaman sekolah dan bermain di pekarangan rumah. Rambut hitam mereka persis seperti miliknya. Mata hazel, mirip sekali dengannya. Mereka menatap polos ke arah kamera. Paiman bahkan menyertakan beberapa bidikan jarak dekat ketika anak-anak keluar dari mobil, salah satunya menemani Juwita di ruang kerja rumahnya. Catatan Paiman sangat singkat: Aku hanya menggunakan lensa zoom. Tidak ada kontak, sesuai instruksi. Jantung Dikara serasa diremas. Tangannya bergetar saat menyentuh layar, seolah bisa merasakan kulit mereka. Putra kembar. Darah dagingnya. Buah hatinya bersama Jelita. Ia menutup mata, teringat betapa ia telah menyia-n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN