Bab 94. Dendam Kesumat

1009 Kata

Xabiru memejamkan matanya karena rasa sakit yang tak karuan. Ia memegang pisau itu agar tidak terlalu dalam menusuk perutnya. Tatapan matanya kini tertuju pada pria dengan Hoodie hitam dan penutup wajah itu. Jelas tusukan itu sangat terarah seolah pria ini benar-benar ingin menghabisinya. "s**t!" Xabiru mengumpat emosi sebelum akhirnya menendang pria di depannya dengan kekuatan penuh. Pria itu jatuh tersungkur begitu pun pisau yang dipegang. Tak terima akan hal itu ia mengambil pisaunya kembali, kali ini menyerang Xabiru dengan membabi buta. Xabiru menepis setiap serangan pria itu seraya berusaha keras menahan luka di perutnya. Darah sudah merembes tak karuan di sana membuat ia merasakan nyeri yang luar biasa. Dua kali lengan Xabiru terkena sabetan pisau itu dan pria itu terus mengarah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN