52. Cemburu yang Tak Mau Diakui

1355 Kata

Zayn berdiri beberapa langkah dari sana dengan ekspresi yang sulit ditebak. Tatapannya sekilas menyapu ke arah mereka bertiga sebelum akhirnya berhenti sejenak pada Nayla. Hanya sekejap. Namun cukup membuat Nayla merasa tidak nyaman. Namun Nayla berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia menarik napas pelan, mencoba menyingkirkan rasa gelisah yang tiba-tiba muncul sejak melihat Zayn tadi. Untuk apa aku takut kalau dia mendengar? pikirnya. Mau terdengar atau tidak… sebenarnya sudah tidak ada bedanya lagi. Nayla menunduk sebentar, lalu tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip usaha untuk menguatkan diri. Zayn bukan lagi siapa-siapa baginya. Hubungan mereka sudah lama berakhir. Bahkan sebentar lagi pria itu akan menikah dengan Irana. Memikirkan hal itu membuat d**a Nayla terasa sedik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN