31. Kedatangan Tanpa Peringatan

1294 Kata

Malam itu, ponsel di meja kerja Grace bergetar pelan. Nama Warni tertera di layar. Grace mengangkatnya tanpa tergesa. “Halo, Warni.” “Halo,” suara Warni terdengar lelah, nyaris ragu. “Maaf mengganggu malam-malam. Aku hanya… ingin memastikan sesuatu.” Grace sudah bisa menebak. Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa. “Soal Zayn dan Irana?” Warni menghela napas panjang. “Iya. Aku bertanya langsung pada Zayn, tapi jawabannya selalu menggantung. Katanya baik-baik saja, katanya tidak ada masalah. Tapi sebagai ibu, aku tahu… ada yang ia sembunyikan.” Grace tersenyum tipis, senyum yang tidak sepenuhnya ramah. “Anak laki-laki memang begitu. Selalu tertutup untuk masalah pribadi.” “Aku hanya ingin tahu,” lanjut Warni pelan, “apakah Irana merasa nyaman? Apakah hubungan mereka berjalan ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN