Veronika keluar dari ruangan Zayn dengan langkah cepat. Namun pikirannya tidak tenang. Ada sesuatu yang mengganjal. Ia tidak langsung menuju mejanya. Melainkan mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. “Pak Hidayat?” “Iya, Veronika. Ada apa?” sahut suara di seberang. “Saya ingin menanyakan soal Nayla, Pak. Apakah dia mengajukan izin hari ini?” Di seberang sana… Pak Hidayat sempat terdiam. Sejenak. Seolah mempertimbangkan sesuatu. “Bukan izin…” jawabnya akhirnya. “Nayla… sudah mengajukan pengunduran diri.” Veronika langsung tertegun. “Apa?” “Iya,” lanjut Pak Hidayat. “Dan semua prosesnya… sudah diselesaikan.” “Termasuk denda kontraknya.” Kalimat itu membuat Veronika benar-benar terdiam. Ia tidak menyangka… Nayla benar-benar pergi. Dan bukan sekadar tidak masuk kerja.

