26. Kontrak yang Mengurung Hati

1239 Kata

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Jam istirahat. Bagi sebagian orang itu hanya jeda makan siang biasa. Namun bagi Nayla, itu adalah satu-satunya waktu di mana ia bisa bernapas tanpa tekanan. Tanpa tatapan tajam. Tanpa ancaman. Tanpa rasa sesak yang harus ia tahan sendirian. Ia menghela napas lega sebelum turun ke lantai bawah untuk mencari Rita. Seperti biasa, Nayla membawa kotak makan dari rumah. Isinya sederhana, nasi, lauk seadanya, dan sedikit sayur. Rita pun selalu membawa bekalnya sendiri. Meski bisa membeli makanan di kantin perusahaan, mereka lebih memilih berhemat. Sudah menjadi kebiasaan, mereka makan bersama. Kadang di ruang istirahat karyawan. Kadang di bangku taman kecil di halaman belakang perusahaan, tempat yang sedikit lebih sepi dan teduh. Hari ini, Nayla memil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN