58. Ayah yang Tak Bisa Ia Miliki

1213 Kata

Di dalam mobil, suasana sempat hening beberapa saat setelah kejadian di parkiran tadi. Rita yang duduk di kursi depan akhirnya menoleh ke belakang, menatap Nayla yang masih terlihat sedikit pucat. “Nay, sebenarnya kenapa kamu sampai pulang terlambat begitu?” tanya Rita penasaran. “Biasanya kamu sudah keluar duluan sebelum aku.” Nayla menghela napas pelan, lalu bersandar di kursi. “Tadi… aku dapat aturan baru lagi,” ujarnya pelan. “Peraturan lagi?” Rita langsung mengernyit. Pram yang sedang menyalakan mesin mobil juga ikut menoleh sedikit. “Peraturan apa?” tanyanya. Nayla tersenyum tipis, meskipun senyuman itu terlihat lebih seperti kelelahan daripada benar-benar lucu. “Mulai sekarang aku tidak boleh bekerja di luar area ruangan eksekutif lagi,” katanya. “Katanya… aku harus fokus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN