"Lagi ada pameran perumahan, sayang. Kita ke sana yuk, kayaknya aku pengen beli rumah atau apartemen, deh." Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Demian, santai dan tanpa beban, seperti sedang mengajak Leah ke toko baju buat beli kemeja kerja baru. Padahal, topiknya berat. Rumah? Apartemen? Bukan sesuatu yang bisa dibeli impulsif seperti popcorn saat nonton. Leah spontan menoleh ke arah pacarnya yang sedang menyetir, alisnya terangkat, matanya menyipit penasaran. "Rumah? Apartemen? Tumben. Dalam rangka apa?" tanyanya sambil menatap wajah Demian dari samping. Tatapan gadis itu seperti hendak memastikan apakah Demian sedang bercanda atau serius. Demian melirik singkat ke arah Leah lalu tersenyum tipis. "Kan persiapan kalau berumah tangga. Memangnya kamu mau tinggal di rumah mertua?

