Melbourne

4046 Kata

Pagi itu, suasana ruang kerja Demian berbeda dari biasanya. Ia tidak keluar dari ruangannya sama sekali. Di atas mejanya, berkas - berkas terlihat tertata rapi berjejer, bukannya bertumpuk sembarangan, Demian tidak akan betah melihatnya. Dengan serius, Demian mengambil satu per satu berkas itu, menelitinya seksama sebelum memberi paraf. Sebelum mengambil cuti, ia bertekad menyelesaikan semua pekerjaan dan calon proyek yang masih menggantung. Walaupun Shaka ada di kantor hari ini, Demian tetap menyelesaikan bagiannya sendiri. Ia tahu betul, kalau tidak, sahabatnya itu bakal ngomel - ngomel sepanjang minggu. Biasalah, Shaka pasti iri kalau melihat Demian pergi bersenang - senang dengan keluarga besar Eyangnya. Kalau bisa, mungkin Shaka ingin melarang Demian pergi. Tapi mana berani? Bayangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN