Anya berhasil mengajak Vinka, teman ngobrolnya selama di kafe tadi, untuk ikut di mobil yang sama, yaitu bertiga dengan Shaka. Sebenarnya dia sedang malas bicara, lebih tepatnya malas bicara dengan Shaka. Namun, dia tidak mungkin mendiamkan Vinka juga. Akhirnya, mereka berdua terlibat percakapan yang semakin seru. Shaka sama sekali tidak dilibatkan oleh Anya. Obrolan mereka berkisar soal alat make-up, tempat-tempat liburan yang unik, hingga dunia kuliner, mengingat ibunya Vinka adalah seorang pengusaha restoran. Anya semakin tertarik untuk membahas soal makanan. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Shaka karena memang tidak diajak bicara dan tidak ada kesempatan untuk menanggapi, persis seperti nasib Anya sebelumnya di kafe. Biasanya, perjalanan pulang terasa lebih singkat

