Demian baru saja menyelesaikan rapat mingguan bersama tim legal dan finance yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Ia duluan keluar dari ruang rapat menuju ruang kerjanya sendiri meninggalkan semua anggota rapat yang masih tampak ngobrol. Vina, sekretarisnya mengikutinya dari belakang. "Saya tunggu laporannya Vin, Kalau bisa sebelum jam dua sudah ada di meja saya, soalnya saya jam setengah tiga saya sudah harus jalan sama Pak Shaka," ucap Demian sebelum ia masuk ke dalam ruangannya. "Baik, Pak," jawab Vina langsung kembali ke mejanya. Setelah menutup pintu ruangannya denian langsung menuju kursi kebesarannya. Ia menarik napas dalam - dalam, melonggarkan dasi, lalu mengambil ponsel dari laci meja. Ada satu notifikasi w******p yang langsung membuat matanya berbinar. Leah Mas, aku la

