Jesslyn tidak menyerah mendekati Rafael. Setiap ada kesempatan dia akan menggodanya. Rafael ditugaskan untuk pekerjaan di luar kota. Tapi Jesslyn ikut bersamanya karena gadis itu sudah resmi menjadi partner kerjanya. Tapi Jesslyn pandai membawa diri. Dia tau kapan saatnya menggoda dan kapan waktunya dia bekerja. "Pak Rafael ini sudah aku rangkum semuanya di dalam file ini. Bapak bisa cek nanti. " Jesslyn bersikap profesional saat bekerja sama dengannya. Saat ini mereka sudah sampai di hotel dan akan menginap selama satu minggu ke depan. "Baiklah terima kasih Jesslyn, " ucap Rafael. Jesslyn keluar dari kamarnya dengan p****t yang bergoyang-goyang. Tanpa sadar miliknya malah mengeras di bawah sana. "Sial kenapa bisa keras begini, " Rafael mengeluarkan keperkasaannya dari balik celanany

