Raisa menangis sesenggukan di dalam kamarnya. Dia tidak menyangka Regan hanya menjadikan dia sebagai selingan. "Kak Regan jahat hiks hiks hiks, kenapa aku bodoh sekali sih mau-maunya dijadikan mainan oleh dia hiks hiks hiks, " tangis Raisa. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, Rafael kaget saat melihatnya sedang menangis. "Loh Raisa, kamu kok nangis? lelaki mana yang sudah menyakitimu adikku? " tanya Rafael seraya menghampirinya. Raisa segera menyeka air mata yang membasahi pipinya. "Emang kakak tau darimana aku nangis gara-gara cowok? kakak cenayang? " Raisa tidak ingin Rafael sampai tau kalau dia menangis gara-gara Regan. Pasti kakaknya itu jijik jika tau dia dan Regan sudah tidur bersama. "Kamu adalah adik kesayanganku, jadi aku tau apa yang kamu rasakan. Sini kakak peluk, " Rafa

