"Pa! Apakah aku ada pilihan menolak?" tanya Jim dengan berani. Kekecewaan begitu saja ia rasakan karena sang Papa justru menggeleng. Lemas seketika, tubuh Jim merosot dengan kepala bersandar pada sofa. "Pikirkan saja dulu, Jim. Lagi pula usiamu juga sudah mendekati kepala tiga. Sudah pantas untukmu menikah." "Tapi, Lili usianya lebih tua dariku, Papa." Jim masih tak hilang akal untuk melakukan penolakan. "Hanya selisih lima tahun, Jim!" "Lima tahun, Papa, bilang hanya?" Jim menggelengkan kepala. Tak mengerti dengan apa yang ada dalam benak sang Papa. "Usia itu bukanlah masalah besar, Jim." "Selain usia, aku juga tidak mencintai Lili." "Jangan bilang tidak cinta. Tapi belum. Siapa tahu saja kau akan mencintai Lili seiring kebersamaan kalian." Jim diam. Tak tahu apa lagi alas

