Saat ponsel Jim berdering, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Lili sudah terlelap sekitar satu jam yang lalu. Sementara Jim, bahkan lelaki itu sudah sempat tertidur. Ia meraih ponsel sambil mengucek mata, melihat siapa si penelfon di tengah malam. Alfonso. Tumben tengah malam begini kakaknya menelepon. Segera Jim menjawabnya karena takut jika ada hal penting yang terjadi. "Hallo, ada apa Al?" "Jim, kau sudah tidur?" "Hm," jawab Jim dengan suara serak. "Elfara pendarahan. Aku bisa minta tolong datanglah ke rumah. Aku harus membawa El ke rumah sakit segera. Sementara Alea ... Aku tidak mungkin membawanya ikut serta." Jim terperanjat, begitu saja bangun dari posisi tidurnya. Mengucek mata agar bisa terbuka sepenuhnya. "Apa? El pendarahan? Bagaimana bisa?" panik, satu kata

