Tak terasa beberapa bulan telah berlalu. Tanggal pernikahan Jim dengan Lili sudah di depan mata. Tak sampai satu minggu lamanya. Dalam kurun waktu tiga bulan ini, hidup Jim sungguh tak tenang. Ia selalu dibayangi perihal pernikahannya dengan Lili. Bahkan sejak ia benar-benar tak ada harapan untuk bisa lepas dari jerat pernikahan paksa, Jim sudah berusaha untuk mengikhlaskan hatinya pada Lili. Masih sering bersikap dingin juga ketus jika berhadapan dengan Lili. Tapi, Jim tak lagi mendiamkan wanita itu seperti beberapa bulan lalu. Justru yang terjadi sebaliknya. Jim telah menyiksa Lili dengan keangkuhannya. Memberikan pekerjaan yang tak ada habisnya pada Lili, menyuruh ini dan itu bahkan yang satu belum selesai dikerjakan, Jim sudah menyuruh yang lainnya. Membuat Lili hanya bisa menggerutu d

