Acara lamaran kemarin berjalan lancar tanpa hambatan. Tak ada yang peduli atau peka dengan kebimbangan Jim. Mereka tampak berbahagia. Terlebih Mama Feli dan Papa Ferdi yang sudah sangat antusias. Mereka berdua tanpa meminta izin atau mengajak Jim berdiskusi, kembali memutuskan sesuatu menyangkut hidup putra bungsunya itu. Yaitu hari pernikahan Jim dengan Lili. Tiga bulan dari sekarang Jim harus menikahi Lili. Yang benar saja. Menurut Papa Ferdi dan Mama Feli, tiga bulan lagi usianya genap dua puluh delapan tahun. Ya Tuhan! Apakah kado ulang tahun untuk Jim nantinya adalah seorang istri? Begitulah benak Jim terus berpikir. Sampai pagi ini, suasana hati Jim masih belum kembali membaik. Lelaki itu masih kesal dengan semua keluarganya. Mereka berbahagia di atas penderitaannya. "Selamat pagi

