Bab 76. Si Penganggu

1024 Kata

Setelah makan siang yang cukup menguras emosi, mereka berempat memutuskan untuk pergi ke bioskop XXI yang berada di dalam mall yang sama. Yaya yang penuh semangat langsung menarik tangan Ola begitu mereka keluar dari restoran. "Kita nonton film komedi romantis aja, ya? Biar suasananya lebih ringan," usul Yaya dengan mata berbinar. Ola mengangguk setuju. "Boleh, asal bukan film horor. Aku nggak kuat." Dewa terkekeh. "Kalau horor, nanti siapa yang jaga kamu, Ola?" Ola mendelik. "Om Dewa—eh, Mas Dewa, jangan mulai lagi." Pasha yang melihat interaksi mereka hanya tersenyum tipis. "Baiklah, kita pilih film komedi romantis saja. Ayo kita ke loket." Namun, tanpa mereka sadari, Rama masih berada di sekitar mereka, memperhatikan dari kejauhan. Saat melihat mereka menuju bioskop, ia pun segera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN