Melewati Batas.

1191 Kata

Langit di luar tampak gelap. Sisa embun semalam belum menguap dari jendela ketika Andini berdiri ragu di depan Hannan. Tidak jauh dari mereka, di meja dekat ranjang, secangkir teh hangat tersimpan rapi—masih berasap. "Saya tidak pernah bertemu orang sekeras kepala kamu, Andini." Perempuan yang digertak tersebut nampak terhenyak. Kata–kata yang keluar dari bibir Hannan seperti pujian yang dibalut sindiran. Tajam, tersirat. "Pergi," tekan lelaki itu sekali lagi. "Sebelum saya benar-benar tidak bisa menghentikan diri saya sendiri malam ini." "Tapi, Hannan." "Saya bilang pergi, Andini. Jangan membuat saya mengulang dua kali." "Kalau begitu permisi. Maaf jika sikapku terkesan tidak sopan. Aku tidak bermaksud demikian." Udara seakan berubah. Ada jeda panjang di antara mereka. Waktu teras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN