Rutinitas Kecil.

1178 Kata

Jam makan siang di restoran milik Andini selalu menjadi momen paling absurd sekaligus menyenangkan bagi para pelanggan. Bukan hanya karena makanan yang lezat atau interior yang menenangkan, tetapi karena satu alasan: Hannan Alfaruq. Di tengah kesibukan para pelayan yang hilir-mudik membawa pesanan dan Andini sibuk mengecek laporan, selalu hadir di antara mereka pria yang dimabuk cinta dan tergila–gila oleh istrinya. "Sudah waktunya istirahat!" seru Hannan santai sambil melonggarkan dasi, dengan postur tegap dan senyum seolah dunia ada dalam genggamannya. Andini muncul dari balik dapur dengan celemek masih menempel di pinggang. "Mas Hannan, kamu datang lagi?" "Jam makan siang. Ini sudah seperti ibadah wajib, Sayang." Hannan berjalan menuju konter, mengabaikan tatapan pelanggan lain yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN