Mobil sport berwarna hitam mengilap itu melesat tajam di jalanan kompleks elite kawasan ibu kota. Sinar matahari sore memantul sempurna di bodinya, memantulkan kilau mewah yang nyaris menyilaukan mata. Di balik kemudi, duduk Hannan Alfaruq. CEO muda yang dikenal bukan hanya karena kecerdasannya memimpin dunia bisnis, melainkan juga karena kharisma dan ketampanannya yang sulit ditandingi. Dengan satu tangan di kemudi dan tangan lain menggulung lengan kemeja putihnya ke siku, Hannan melesat tanpa ampun, menyusuri jalanan dengan kecepatan yang cukup membuat jantung orang biasa melompat ke tenggorokan. Saat mobil berhenti di depan rumah, Hannan turun dengan satu gerakan cepat, menutup pintu mobil tanpa suara. Langkahnya panjang, tegas, dan tak seorang pun berani menyapa ketika dia melintas d

