Madiya sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh Richard kepada dirinya. Dia sudah membaca kontrak kerjasama yang dilakukan oleh Richard dengan rekan bisnisnya. Sampai dia merasa bosan sendiri, dia melihat kearah Shela yang masih ada tidak jauh dari tempatnya berada. Rasanya kasian melihat Shela yang selalu menunggu Robi seperti ini. "Apa kamu selalu menunggu dia seperti ini?" tanya Madiya yang memang penasaran. "Iya begitu deh, kebetulan aku tidak punya kegiatan lain. Jadi aku menunggu Robi saja di sini," jawab Shela dengan santai. "Hebat kamu, gak bosan apa. Kenapa gak sekalian melamar kerja saja di sini, aku yakin kalau Richard juga pasti akan menerima kamu," kata Madiya. Shela menggelengkan kepalanya, dia tahu apa yang terjadi selanjutnya. Semuanya sudah dia atur dengan baik

