Madiya merasa gelisah dan hatinya merasa tidak enak sekarang. Pikirannya malah kearah lain, di harus bertemu dengan adiknya untuk menyelesaikan semua masalahnya. Apalagi Madiya juga rindu dengan ibunya. "Madiya, kenapa kamu malah melamun?" tanya Shela yang melihat Madiya tidak jauh dari tempatnya berada. "Eh kamu ternyata. Tidak aku hanya merindukan ibuku saja." "Kalau begitu kamu temui dia nanti yah. Aku akan menemani kamu kalau mau ke sana," tawar Shela dengan baik hati. Madiya menggelengkan kepalanya, dia tidak mau merepotkan Shela yang selama ini membantu dirinya. "Tidak usah, aku akan ke sana sendiri nanti." Shela tahu perasaan Madiya sekarang, alasan mengapa wanita itu selalu menolak tawaran dirinya. Lalu Shela mengalihkan pembicaraan mereka. "Btw hubungan kamu dengan Rich

