Sampai sore kemudian, Ratih tidak mungkin berlama-lama di sini, dia harus pulang karena Sabira pasti sudah menunggu dirinya. Dia memang sudah melakukan semuanya dengan baik. "Bunda pamit dulu yah," ujar Ratih mengatakan itu sambil memeluk Madiya dengan erat. "Iya bunda. Hati-hati di jalan." Madiya melepaskan pelukannya sambil tersenyum tipis. Dia senang karena mempunyai ibu yang sangat perhatian padanya. Dia mengira kalau dulu dia tidak mempunyai ibu dan hanya mempunyai ibu tiri saja. "Aku yang akan anterin bunda, sekalian soalnya sambil jalan ke kantor," ucap Richard setelah dia selesai makan. "Makasih yah Richard," ucap Madiya yang kini tersenyum manis pada Richard. Tidak menyangka kalau pria itu akan baik padanya seperti ini. "Tidak usah berterimakasih, lagian Bunda Ratih kan

