Sementara di penjara. Susan menatap kearah anaknya yang diam saja tidak mengatakan apapun padanya. Dia penasaran dengan anaknya sekarang. "Kenapa kamu melamun?" "Aku hanya memikirkan papah," kata Nita dengan jujur. Dia memikirkan ayahnya sekarang. "Cih, dia pasti akan membebaskan kita. Pasti sekarang tengah melakukan sesuatu," ujar Susan yang memang tahu karakter dari suaminya. Dia tahu kalau semuanya akan jadi seperti ini. Apalagi dia sudah memikirkan semuanya agar lebih baik. Dia bukan orang yang mudah melakukan sesuatu sekarang. "Maksudnya bagaimana?" tanya Nita yang tidak tahu harus melakukan apalagi setelah ini. "Iya papah kamu pasti akan melakukan sesuatu untuk mengancam Madiya, dia pasti akan membuat kita bebas," ujar Susan. Nita yang mendengar itu pun hanya tersenyu

