Biru benar-benar nyaris gila. Tangannya gemetar terus mengulang memutar video barusan. Sialnya lagi, mereka semua kompak tetap tidak sudi mengangkat teleponnya. Seperti sengaja mengerjainya, supaya mati penasaran dan tidak sabaran sampai rumah. Sagara yang menyetir dibuat jengkel tidak karuan, karena terus dibentak untuk lebih cepat melajukan mobilnya. Sinting! Jalanan saja lagi macet, memangnya harus terbang apa! Iya, dia paham bagaimana perasaan adiknya. Pasti greget setengah mati ingin segera bertemu Anna. Pemotretan yang belum kelar, Biru minta Vito untuk melanjutkan. Sumpah, jantungnya berdegup kencang. Entah, siapa dan dimana mereka menemukan Anna. Dua bulan menghilang tanpa jejak, mendadak sudah duduk di rumahnya sana. “Buruan!” sungutnya kesal. “Diam!” bentak Sagara tak kalah j

