Suasana di kediaman keluarga Chandra makin memanas. Saat Beni dan istrinya sudah panik setengah mati, anak mereka justru masih dengan angkuhnya pasang muka menantang di sana. Entah karena saking bodoh tidak sadar risiko atau terlalu bucin ke Lauren, jadi dia tidak ambil pusing akan ancaman Ibra barusan. Padahal segoblok-gobloknya orang pasti paham, siapa yang sedang dia usik. Hanya butuh satu panggilan telepon dari Ibra, maka dijamin perusahaan orang tua Rafel akan tumbang. Itu harga termurah. Melihat sesinting apa Biru sekarang kehilangan Anna dan anaknya gara-gara skandal bangsatt ini, bukan tidak mungkin dia bakal mengirim banci tololl itu ke neraka. Jingga menatap jengah. Merasa percuma mereka buang waktu meladeni cecunguk kurang seons seperti Rafel. Dia hanya alat. Menyeret Lauren k

