Tidak tahu kenapa, sejak mau berangkat tadi pikiran Biru sudah tidak enak. Mungkin karena kejadian di kafe. Mendapati Jovan yang terang-terangan mengincar Anna, jadi dia mulai was-was. Ditambah harus meninggalkan Anna yang sedang kurang sehat. Biru khawatir, gadis itu mikir ngelantur termakan omongan Jovan perihal kematian Naeva. Kalau saja bukan karena ada hal penting yang harus diurus, dia pasti tidak akan meninggalkan Anna sendirian di apartemen. Nego bangunan yang hendak Biru pakai untuk lokasi pabrik berjalan sedikit alot. Pemilik tadinya hanya mau menyewakan. Sementara Biru berusaha melobi supaya orangnya mau menjualnya. Karena itu lah pertemuan mereka juga memakan waktu. Dari mengobrol santai, membahas soal pekerjaan, dan rencana bisnis yang hendak Biru rintis. Memang belum deal,

