Perhatian Dalam Diam

2106 Kata

Lily melonjak bangun dan melihat ke arah sekelilingnya. Ia melirik ke arah jam yang menempel pada dinding. Sudah pukul lima pagi dan masih tidak ada tanda-tanda orang yang ditunggunya sejak semalam, sudah pulang ke rumah. "Ck! Dia ke mana sih! Masa kerja sampai pagi!" keluhnya diiringi decak kesal dan juga bergumam sendiri. Sudah menunggu dari terbangun, tidur dan sampai terbangun lagi. Lelaki yang menjadi suaminya tersebut, masih saja belum menampakkan diri. Sementara itu di rumah sakit. Rainer menggeliat dan merentangkan kedua tangannya ke atas. Tubuhnya sudah lebih segar dari sebelumnya. Ia bangkit dari atas ranjang pasien dan memalingkan wajah ke arah kiri. Kini, nampak Aaron yang tengah tertidur pada sofa dengan posisi menyamping. Rainer mengernyit keheranan. Sebelum akhirnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN