Bab 12. Perhatian Dari Bu Intel

1230 Kata

Andra menatap tajam, dadanya berdegup sekeras genderang perang. Mereka sudah menempuh perjalanan panjang dan hanya selangkah lagi tugas ini akan usai, tak mungkin akan menyerah begitu saja sesuai permintaan orang-orang tersebut. Namun saat melihat Ziva terancam bahaya, ia menahan diri dari gegabah. Dengan gerakan tegas, Andra memberi aba-aba kepada semua rekannya. Senjata-senjata itu perlahan mereka letakkan di lantai, tangan terangkat tinggi, sama seperti yang para gangster lakukan tadi, seolah menyerah. "Sekarang, lepaskan Ziva!" Suara Andra menggelegar penuh amarah dan ancaman. "Berani Anda menyentuhnya sedikit saja, saya pastikan tidak akan segan untuk membunuhmu. Jangan bermain-main!" Di tengah ketegangan yang membara, Ziva tetap menahan napas, berusaha menjaga ketenangan. Ia tahu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN