Bab 17. Jangan-Jangan Jodoh

1270 Kata

Teriakan Ziva tak hanya membuat Andra terkekeh, tapi juga Andreas sampai ikut tertawa lepas, menambah emosi wanita itu. "Ih, Papa! Kalian kenapa jadi kompak menertawakan aku, sih? Memangnya ada yang lucu, ya?!" bibirnya mengerucut, wajahnya merah padam menahan kesal. Andra meledek santai, "Iya, kamu yang lucu, Kak." "Sudah, sudah. Kamu jangan galak-galak dong, Sayang. Kalian berdua juga, kenapa terus berdebat? Jangan-jangan, kalian jodoh," goda Andreas sambil melemparkan senyum penuh arti, seakan memberi dukungan pada sang anak. Hati Andra mendadak melambung senang. Selain seolah mendapat lampu hijau dari ibu Ziva, kini ayah wanita itu pun terlihat membuka pintu kesempatan lebar-lebar. "Om, kalau memang Om setuju, saya mau kok, jadi jodohnya anaknya Om yang galak ini," ucap Andra deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN