49. Jejak Luka Malam Pertama

1199 Kata

“Lepaskan, Mas… itu sakit…” suara Meylin bergetar, hampir tak terdengar. Tangannya berusaha menepis genggaman Byantara, namun semakin ia meronta, semakin keras pula jemari pria itu mencengkeram pergelangan tangannya. Bulu kuduknya berdiri. Ini… bukan Byantara yang ia kenal. Selama ini, meski sikap suaminya dingin dan menjaga jarak, Byantara tudak pernah sekalipun bersikap kasar. Tidak pernah meninggikan suara, apalagi menyentuhnya seperti ini. Namun malam itu, sorot mata Byantara gelap-penuh emosi, penuh sesuatu yang tidak bisa ia kenali. “M-Mas… tolong hentikan…” lirih Meylin, suaranya tercampur isak. Tapi seolah telinganya tertutup, Byantara tidak menghiraukannya. Nafasnya memburu, langkahnya berat namun cepat, menyeret Meylin melewati ruang tamu yang berantakan akibat pergulatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN