81. Kebenaran yang Terpotong

1037 Kata

“Byan, mana janjimu padaku?” suara Dewi bergetar, namun penuh tuntutan. “Bukankah dulu kamu bilang menikah dengan istrimu itu hanya karena ibumu?” Tubuh Meylin menegang di balik tangga. “Mana janjimu untuk menceraikan Meylin?” lanjut Dewi, kali ini nadanya naik. “Yang kulihat sekarang… kamu sudah berubah, Byan.” Ia tertawa pendek, getir. “Jangan bilang perubahan itu karena kamu sudah tidur dengan perempuan itu.” Kalimat itu meluncur pelan, namun cukup jelas. Dan cukup untuk menusuk telinga Meylin tanpa ampun. Byantara langsung mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, memastikan tidak ada siapa pun. Begitu merasa aman, wajahnya mengeras. Matanya menatap Dewi tajam, dingin, dan penuh kemarahan. “Lupakan semua janjiku,” ucapnya tegas. “Aku sudah menjalani kewajibanku sebagai suam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN