Bayu tersenyum ketika ia berhasil menemui Najwa dan melahap bibir manis itu beberapa menit, ia mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia merasa investasinya yang ia tawarkan kepada pemilik butik tidak sia-sia dan tawanya meledak, karena hari ini ia benar-benar lepas kontrol. Kewarasannya seolah hilang karena yang tadi ia inginkan adalah bercintaa dengan Najwa. Jika saja Najwa tidak menghentikannya mungkin ia telah menembakkan sesuatu yang membucah, yang telah terasa sesak dan ingin keluar dari bagian bawah tubuhnya. Beberapa menit kemudian ia sampai di Kediaman Kakeknya dan ia memang lebih sering pulang ke Rumah Kakeknya untuk selalu memantau kondisi kesehatan sang Kakek. Apalagi hari ini Ibra dan Rima sedang berada disini bersama Jimi dan Reka istrinya. Bayu mendekati mereka y

