Hanya satu gelas

1544 Kata

Sakuta memang memilih untuk tidak pulang ke Kediaman orang tuanya, demi meluapkan rasa amarahnya dan bahkan ia sengaja tidak mengangkat telepon Maminya. Untuk pertama kalinya ia mengabaikan Maminya karena marah dan kecewa kepada Maminya itu. Sakuta melihat ponselnya berbunyi dan nama Ibra yang tertera disana, ia menghela napasnya mungkin Izam telah memberi tahu Ibra mengenai pertengkarannya bersama Maminya dan ia juga yang tidak pulang. "Assalamualikum Mas," ucap Sakuta. "Waalaikumsalam," ucap Ibra. "Apa kabarmu?" Tanya Ibra dan suara terdengar dingin. "Tidak baik," ucap Sakuta. "Kamu di Club?" Tanya Ibra karena terdengar musik keras dan Ibra memang sudah tahu dari Betran, jika mereka saat ini sedang berada di Club milik Betran. Betran terbiasa dengan dunia malam dan ia memang memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN