Menurutlah dan maafkan

1531 Kata

Tania menangis hingga ia merasa sangat lelah dan tertidur dimobil, Betran menatap Tania dengan tatapan sayang. Ternyata perempuan yang digilai Sakuta adalah adiknya sendiri dan bodohnya ia pernah menyarankan Sakuta untuk meniduri adiknya, lalu ia juga yang telah memberikan Sakuta obat agar adiknya tidak sadar. Memikirkan ini semua ia merasa begitu bodoh karena telah menjadi seorang Kakak yang tidak berguna. 'Astaga dasar bodoh, kenapa kau harus bersikap seperti ini dan akhirnya kau hampir saja membuat adikmu celaka, memang kakak yang laknatt kau Betran,' Batin Betran prustasi. Betran mendengar suara ponselnya dan ia segera mengangkatnya karena nama Papinya tertera dilayar ponselnya. "Assalamualikum," ucap Betran. "Waalikumsalam," ucap Jimi. "Kamu bawa kemana Nak, Tania?" Tanya Jimi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN