“Pagi saja, Ma. Masih mual setiap bangun tidur.” Kansa menjawab setelah menelan kunyahan. Marita meletakkan gelas ke depan Kansa. Gelas berisi air jahe. Lagi, itu permintaan Kansa. Marita kemudian menarik punggung kursi di samping Kansa, menarik langkah ke depan kursi lalu menduduki kursi tersebut. Marita memperhatikan sang menantu melahap makanannya. Wanita itu tersenyum. Tarikan napas dalam Marita lakukan. Menahan beberapa detik, lalu meloloskan karbondioksida dari celah mulut yang terbuka. “Sebentar lagi kita bisa tahu jenis kelamin adeknya Raja.” Mendengar apa yang di katakan sang mertua, Kansa membenarkan dengan anggukan kepala. Usia kandungannya sudah masuk tiga bulan. “Besok Mama ikut kamu ke rumah sakit. Mama ingin lihat.” Kansa kembali mengangguk. Wanita itu menyuap potongan

