Ekstra Bab 09.-2

702 Kata

Kansa yang duduk di sebelah kiri suaminya itu meraih sebelah telapak tangan sang suami lalu menggenggamnya. Membuat sang suami mendesah lalu berkata. “Ya sudah. Jangan sampai kamu kecapekan. Lagi pula sudah ada WO. Mereka bisa membantu Mariana.” Kansa tidak ingin memperpanjang. Yang penting dia sudah mendapatkan izin dari suaminya, sekalipun dengan berat hati. Kansa mengangguk. Wanita itu kemudian meluruskan pandangan mata ke seberang meja. “Jam berapa berangkatnya?” “Aku janjian jam 10, sih. Kita jalan jam setengah 10, ya? Nanti kita ketemu sama mama bang Juna, sama kakak iparnya juga di sana.” “Mama tidak ikut?” tanya Kansa. “Mama sudah ada janji sama vendor makanan. Makanya aku ajak Mbak. Masa aku sendirian. Aku belum akrab sama keluarga bang Juna.” Mariana menjelaskan. Pernikaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN