Ekstra Bab 10.-2

709 Kata

“Abang, Momi.” Kaisar lebih suka dipanggil Abang. Melihat sang momi mengangguk-anggukkan kepala, Kaisar baru menjawab pertanyaan mominya. “Cuma satu gol. Susah, Momi.” “Hmm … ya sudah, besok berusaha lagi. Sekarang kita jemput abang Raja dulu, yuk.” Kansa mengulurkan tangan kanan yang langsung disambut oleh putranya. Mereka berdua berjalan meninggalkan halaman sekolahan Kaisar. “Queena tidak ikut?” “Ada di mobil. Tidur.” Kaisar langsung membulatkan mulut. Mengucap kata ‘Oh.’ tanpa suara. Kepala anak itu bergerak mengangguk-angguk. Begitu tiba di samping mobil sang momi, Kaisar melepas genggaman tangan dengan mominya, lalu masuk ke dalam mobil dari pintu penumpang belakang. Paham Queena sudah pasti ada di kursi depan. Mobil itu bergerak tak lama setelah sang pemilik masuk dan duduk di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN