Mariana & Juna--Akhirnya Bisa Peluk-2

724 Kata

Sampai di lantai dua, ayunan kaki pria itu berbelok ke kanan. Menuju ruang kerjanya. “Apa ada tamu, Tari?" tanya Juna pada sekretarisnya. “Oh, iya, Pak. Ada. Katanya calon istri Bapak.” Tari berdehem. “Sekarang menunggu Bapak di dalam.” Wanita itu menggerakkan tangan menunjuk ruang kerja sang bos. Juna mengedip. Ternyata benar. Mariana datang ke tempatnya bekerja. Kok bisa? Kening pria itu mengernyit. “Ya sudah,” ujarnya sebelum melanjutkan ayunan kaki menuju pintu ruang kerjanya yang tertutup. Sang asisten tidak mengikuti setelah mendengar jika sang atasan sedang kedatangan calon istrinya. Pria itu langsung berkasak kusuk dengan sekretaris Juna. Menanyakan seperti apa calon istri atasan mereka. Selama ini mereka tidak pernah mengetahui jika sang atasan yang menjadi idola tidak hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN