“Ma, Mbak … make up ku gimana?” tanya Mariana cemas. khawatir makeup nya rusak atau luntur. “Bawah mataku kelihatan berkantung, tidak?” “Kamu cantik, Mariana. Sangat cantik,” puji Kansa seraya tersenyum. Geli melihat sang adik ipar cemas berlebihan. Padahal Mariana terlihat begitu sempurna. “Sudah, jangan cemas. Ayo, katanya mau keluar sekarang.” Marita meraih sebelah tangan sang putri, kemudian menggenggam telapak tangannya. Wanita itu mengajak putrinya berjalan meninggalkan kamar. “Ayo, Sayang.” Sultan tersenyum menatap istrinya yang tampak begitu memukau matanya. Jarang dandan berlebih membuat wanita yang sudah memberinya tiga orang anak yang lucu-lucu itu tampak manglingi. Kansa bergegas menyambut uluran tangan suaminya. Tersenyum seraya mengayun kaki bersama pria tersebut. ****

